Isnin, 15 November 2010

Pakar Dari Dunia Serangga

SYED MAHADZIR SYED IBRAHIM


SISTEM pertahanan diri, perkembangbiakan dan berburu yang sangat rumit dari serangga, menunjukkan bahawa semua sistem ini diciptakan oleh Pencipta yang Maha Bijaksana dan Maha Agung. Rekabentuk mengagumkan pada serangga adalah bukti kewujudan Allah dan ciptaan-Nya yang sempurna. Setiap manusia yang berfikir dengan hati jernih dan akal yang bebas prasangka akan mampu melihat fakta yang jelas ini.


‘Dan pada apa yang diciptakan Allah di langit dan di bumi, benar-benar terdapat tanda-tanda kekuasaan-Nya bagi orang-orang yang bertakwa.’ (surah Yuunus, 10:6)


Berlimpahnya jumlah serangga ini sungguh menakjubkan. Untuk setiap manusia di bumi, terdapat 200 juta serangga, ini setara dengan 10 juta serangga per kilometer persegi. Terdapat 30 juta jenis serangga, banyak di antaranya belum lagi diberi nama.


Kumbang Pengebom: Pakar Senjata Kimia


Bombardier beetle atau kumbang pengebom adalah serangga yang telah dijadikan objek bagi sejumlah besar kajian. Yang menjadikan serangga ini begitu populer adalah senjata kimia yang sangat canggih dalam tubuhnya yang memiliki panjang sekitar 2 sentimeter. Ketika merasa terancam oleh binatang kecil lain, larutan panas mendidih dan pedih terbentuk dalam tubuhnya.


Kemudian serangga ini menyemburkan zat kimia tersebut ke arah musuh melalui lubang di bahagian belakang tubuhnya. Ketika menghalau musuh dengan cara ini, kumbang pengebom sendiri tidak memahami betapa menakjubkan perilaku yang ia tunjukkan. Senjata kimia ini adalah hasil reaksi kimia berantai yang sangat rumit, yang terjadi dalam tubuh serangga tersebut.


Sejumlah organ khusus yang disebut kantung sekresi, menghasilkan cairan pekat yang merupakan campuran dua zat kimia, iaitu hidrogen peroksida dan hidroquinon. Campuran ini ditempatkan di bilik penyimpanan yang disebut sebagai collecting vesicle atau kantung pengumpul.


Kantung pengumpul ini dihubungkan dengan ruangan kedua yang dinamakan bilik ledakan. Ketika kumbang merasa bahaya, ia menegangkan otot-otot di sekeliling bilik penyimpanan tersebut dan bilik ini tiba-tiba mengembang. Secara bersamaan, saluran yang menghubungkan bilik penyimpanan dengan bilik ledakan terbuka. Sehingga larutan kimia terdorong dan memasuki bilik ledakan.


Selepas itu, saluran bilik ledakan menutup. Ketika larutan kimia ini bercampur dengan katalis enzim yang dikeluarkan oleh kelenjar ektodermal yang menempel pada bilik ledakan, reaksi berantai terjadi. Reaksi-reaksi ini menghasilkan kepanasan dalam jumlah besar, sehingga suhu larutan naik hingga mencapai takat didih.


Otot-otot di sekeliling paip yang mengarah keluar dari tubuh kumbang, memungkinkan semburan wap diarahkan ke sumber bahaya tersebut. Dan kumbang membakar musuhnya dengan menyemburkan cairan yang dihasilkannya ke arah musuh. Senjata kimia yang sangat ampuh untuk mengusir musuh ini tidak berbahaya bagi serangga tersebut, sebab bahagian tubuh kumbang yang menghasilkan zat kimia ini dilapisi dengan bahan anti-panas.


Sistem mengagumkan yang ‘mengejutkan’ ramai ilmuwan ini harus terbentuk pada ketika yang sama dan sudah lengkap, sebagaimana jutaan sistem serupa di alam. Satu saja dari bahagiannya hilang, maka sistem tersebut tidak akan bekerja dan makhluk kecil ini akan punah dari bumi. Setiap tahap dari mekanisme pertahanan diri serangga ini, dikendalikan oleh kecerdasan yang luar biasa.


Kumbang pengebom, sebagaimana jutaan makhluk hidup lainnya, adalah satu contoh ciptaan luar biasa dan tiada tara dari Allah Yang Maha Tahu dan Maha Kuasa. Allah s.w.t berfirman dalam Al-Quran. ‘Dan pada penciptaan kamu dan pada binatang-binatang yang melata yang bertebaran (di muka bumi) terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) untuk kaum yang meyakini.’ (surah al-Jaatsiyah, 45: 4)


Kumbang Kura-Kura: Mirip Alat Penyedut


Satu lagi serangga dengan rekabentuk mengagumkan adalah kumbang kura-kura. Meskipun lebih kecil dari kumbang ladybird, ia memiliki kaki besar dibandingkan ukuran tubuhnya. Pertahanan diri serangga ini mengandalkan kaki dan tempurungnya. Ketika diancam musuh, serangga ini menarik antena dan kakinya ke dalam tempurung dan menempel erat pada permukaan, mirip sebuah alat penyedut. Bahagian dalam tempurung dirancang agar dapat menyimpan antena dan kaki yang ditarik masuk ke dalam. Bentuk seperti ini menjadikan tubuhnya mustahil untuk dibolak-balikkan.


Semut yang berusaha membalikkan tubuh serangga ini, hendak melukai jaringan lembut yang ada di bahagian bawah tempurung. Tetapi, semut tidak mampu membalikkan tubuh kumbang kerana sistem pertahanannya. Meskipun ukurannya lebih besar, semut akhirnya menyerah kurang dari satu minit setelah kerja kerasnya.


Ketika rekabentuk canggih serangga ini diamati melalui mikroskop, kaki-kakinya nampak memiliki 60 ribu helai bulu. Ketika dilihat melalui mikroskop elektron, bulu-bulu ini kelihatan bercabang dua membentuk garfu dan memiliki telapak lembut pada hujung-hujungnya. Pengamatan lebih dekat pada permukaan tempat mereka menempel, jelas ada bekas-bekas minyak berbentuk ribuan butiran.


Minyak yang dihasilkan dalam kelenjar pada akar bulu tersebut mengalir melalui pembuluh-pembuluh sempit, dan dari sini mengalir ke hujung bulu tubuh. Serangga ini tidak dapat dibalikkan musuhnya adalah kerana bulu-bulu ini menempel erat pada permukaan seperti alat penyedut.


Terdapat keistimewaan sempurna pada binatang ini, dari bentuk tempurung hingga rekabentuk rambutnya, dari kelenjar minyak hingga pembuluh tempat minyak mengalir. Kesempurnaan dan kerapian pada penciptaan kumbang ini, mustahil dapat dijelaskan dengan serangkaian peristiwa kebetulan sebagaimana anggapan teori evolusi. Peristiwa kebetulan tidak mampu memunculkan sejumlah mekanisme sempurna ini secara bersamaan. Manusia, dengan akal dan ilmunya, tidak akan percaya bahawa peristiwa kebetulan memunculkan rekabentuk ini.


Kewujudan sistem sempurna ini adalah perwujudan Ilmu Maha Luas dari Sang Pencipta. Allah s.w.t, Penguasa Seluruh Alam, adalah Pencipta segala sesuatu. Dan semua makhluk hidup memperlihatkan tanda-tanda penciptaan sempurna oleh Allah s.w.t.


Kunang-kunang: Pakar Lampu Berpendar


Kunang-kunang dilengkapi sistem yang menakjubkan. Serangga ini memiliki organ dalam tubuhnya yang memancarkan cahaya berpendar. Cahaya ini sangat penting bagi kelestarian jenisnya, sebab kunang-kunang betina dan jantan mengenali jenis kelamin masing-masing berdasarkan cahaya mereka.


Organ berpendar pada kunang-kunang terdiri dari tiga lapisan, sama seperti lampu hadapan kereta. Sel-sel yang menghasilkan cahaya berada pada lapisan paling bawah. Sel-sel ini bertugas menghasilkan zat yang mudah terbakar. Zat ini bereaksi dengan oksigen di bawah kendali sebuah enzim. Akibat reaksi kimia ini, cahaya berpendar yang proses pembuatannya sama seperti pada kilang ini, pertama sekali diteruskan ke lapisan cekung terdekat, dan kemudian ke lapisan transparan bahagian atas di mana cahaya ini dipantulkan.


Kualiti sempurna dan tingkat produktiviti 98% dari cahaya berpendar ini mengejutkan para ilmuwan yang mengkaji kunang-kunang. Bola lampu yang digunakan manusia untuk penerangan hanya mampu mengubah 5% dari tenaga yang diterimanya menjadi cahaya, sedangkan 95% bakinya terbuang dalam bentuk panas. Kerana 95% panas yang dihasilkan inilah kita tidak tahan menyentuh bola lampu yang sedang menyala.


Meskipun kunang-kunang menghasilkan cahaya hampir 20 kali lebih besar dari bola lampu, suhu kunang-kunang tidak naik kerana sifat dingin cahaya mereka. Manusia hanya mampu membuat cahaya dingin di makmal setelah melakukan serangkaian reaksi kimia.


Jelas tidak masuk akal untuk mengatakan bahawa sistem pencahayaan rumit ini telah dirancang dan kemudian ditempatkan dalam tubuh serangga kecil ini dengan sendirinya. Kesempurnaan dalam tubuh kunang-kunang memperlihatkannya sebagai hasil dari hikmah yang agung dan ilmu yang tidak terbatas. Allah s.w.t menciptakan semua jenis makhluk hidup dengan ciri masing-masing dan melalui semua ini, memperlihatkan kepada kita Kekuasaan-Nya yang kekal.


Dalam sebuah ayat Al-Quran, manusia diperintah agar memikirkan kenyataan ini:


‘Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah menciptakan langit dan bumi dan makhluk-makhluk yang melata yang Dia sebarkan pada keduanya. Dan Dia Maha Kuasa mengumpulkan semuanya apabila dikehendaki-Nya.’ (surah Asy-Syuuraa, 42:29)

Tiada ulasan:

Catat Ulasan

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

ASMAUL HUSNA